Awalnya kehidupan Ashya baik-baik saja. Ia punya teman-teman yang baik dan cowok yang keren. Keluarganya juga selalu mendukung segala kegiatan Ashya. Tapi hidup memang nggak pernah bisa berjalan sempurna. Cobaan datang padanya. Ashya mengidap leukemia.
Hidup Ashya terasa hancur saat itu juga. Tapi bukan berarti Ashya menyerah. Ia justru berjuang menyembuhkan penyakit mematikan itu. Pada titik inilah akhirnya Ashya tahu, siapa saja orang yang benar-benar menyayangi dan mendukungnya. Bapak dan Ibu? Tentu saja. Mereka bahkan rela menjual harta benda demi proses pengobatannya di Singapura. Makanya sesakit apapun proses terapi berlangsung, Ashya rela melakukannya demi kedua ortunya.
Efek terapi kanker pun mulai muncul satu persatu. Kebotakan akibat obat yang dia konsumsi bukan apa-apa dibanding penderitaan lainnya. Muntah-muntah, kurus kering dan lidah yang mati rasa menjadi resiko yang harus ditanggung Ashya demi kesembuhannya. Sayangnya, kesabarannya tak selalu menemani. Ashya sempat ingin menyerah karena nggak sanggup lagi menahan semua penderitaan tersebut. Tapi lagi-lagi ada keluarga yang nggak pernah pergi dari sisinya dan selalu menyemangatinya.
Perjuangan seorang penderita kanker dalam novel ini memang cukup bikin kita meneteskan air mata. Penulis seakan memahami betul seperti apa penderitaan dalam proses terapi. Hal ini nggak mengherankan, karena novel ini terinspirasi dari kisah nyata si penulis, Ashni Sastrosubroto, saat harus berjuang melawan kanker darah. Oleh karena itu ia bisa menceritakan secara detail seperti apa perjuangan dan rasa sakit yang diderita pengidap leukemia. Inspiratif banget!
Kamu Sekuat Aku
Kategori: Buku
Penulis: Ashni Sastrosubroto
Penerbit: GRASINDO
Tahun terbit: Februari 2011 (cover lama), Juni 2013 (cover baru)
Hidup Ashya terasa hancur saat itu juga. Tapi bukan berarti Ashya menyerah. Ia justru berjuang menyembuhkan penyakit mematikan itu. Pada titik inilah akhirnya Ashya tahu, siapa saja orang yang benar-benar menyayangi dan mendukungnya. Bapak dan Ibu? Tentu saja. Mereka bahkan rela menjual harta benda demi proses pengobatannya di Singapura. Makanya sesakit apapun proses terapi berlangsung, Ashya rela melakukannya demi kedua ortunya.
Efek terapi kanker pun mulai muncul satu persatu. Kebotakan akibat obat yang dia konsumsi bukan apa-apa dibanding penderitaan lainnya. Muntah-muntah, kurus kering dan lidah yang mati rasa menjadi resiko yang harus ditanggung Ashya demi kesembuhannya. Sayangnya, kesabarannya tak selalu menemani. Ashya sempat ingin menyerah karena nggak sanggup lagi menahan semua penderitaan tersebut. Tapi lagi-lagi ada keluarga yang nggak pernah pergi dari sisinya dan selalu menyemangatinya.
Perjuangan seorang penderita kanker dalam novel ini memang cukup bikin kita meneteskan air mata. Penulis seakan memahami betul seperti apa penderitaan dalam proses terapi. Hal ini nggak mengherankan, karena novel ini terinspirasi dari kisah nyata si penulis, Ashni Sastrosubroto, saat harus berjuang melawan kanker darah. Oleh karena itu ia bisa menceritakan secara detail seperti apa perjuangan dan rasa sakit yang diderita pengidap leukemia. Inspiratif banget!
Kamu Sekuat Aku
Kategori: Buku
Penulis: Ashni Sastrosubroto
Penerbit: GRASINDO
Tahun terbit: Februari 2011 (cover lama), Juni 2013 (cover baru)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar