Senin, 05 Agustus 2013
Sabtu, 03 Agustus 2013
Negara Terkecil: Tuvalu
Jika ngomongin negara kepulauan, biasanya langsung terbayang wilayah yang luas di tengah perairan. Jangan salah, total luas daratan negara yang terdiri dari 9 pulau ini hanya 20 meter persegi. Yuk, melancong ke negeri mini di selatan Samudra Pasifik!
Kepulauan Tuvalu adalah sebuah negara yang agak terpencil, bertetangga dengan Kepulauan Fiji dan Kiribati. Wilayahnya terdiri atas 9 pulau kecil yang dibatasi terumbu karang. Jadi jika dilihat lewat foto satelit, area Tuvalu seperti tersebar. Dengan total luas daratan hanya sekitar 20 kilometer persegi, Tuvalu memang tergolong sangat kecil.
Lokasinya yang juga terpencil bikin negara ini agak kurang berkembang. Untungnya, Tuvalu punya pemandangan pantai yang cantik sehingga menarik wisatawan datang berkunjung. Penduduk asli Tuvalu adalah orang Polynesia yang punya perawakan tinggi besar, mirip dengan penduduk di bagian Timur Indonesia.
Berhubung wilayahnya dikelilingi lautan Pasifik, nggak heran kalau warganya selalu akrab dengan seafood. Sampai-sampai, mereka punya kebiasaan unik yaitu memakan hasil laut secara mentah-mentah. Makanya, Tuvalu pun terkenal dengan sebutan “Ocean Restaurant”. Para turis yang datang ke sana pasti diperkenalkan dengan kebiasaan unik tersebut. Setelah mencoba, banyak yang bilang bahwa rasa ikan di Tuvalu memang lebih segar dari sashimi.
Kepulauan Tuvalu adalah sebuah negara yang agak terpencil, bertetangga dengan Kepulauan Fiji dan Kiribati. Wilayahnya terdiri atas 9 pulau kecil yang dibatasi terumbu karang. Jadi jika dilihat lewat foto satelit, area Tuvalu seperti tersebar. Dengan total luas daratan hanya sekitar 20 kilometer persegi, Tuvalu memang tergolong sangat kecil.
Lokasinya yang juga terpencil bikin negara ini agak kurang berkembang. Untungnya, Tuvalu punya pemandangan pantai yang cantik sehingga menarik wisatawan datang berkunjung. Penduduk asli Tuvalu adalah orang Polynesia yang punya perawakan tinggi besar, mirip dengan penduduk di bagian Timur Indonesia.
Berhubung wilayahnya dikelilingi lautan Pasifik, nggak heran kalau warganya selalu akrab dengan seafood. Sampai-sampai, mereka punya kebiasaan unik yaitu memakan hasil laut secara mentah-mentah. Makanya, Tuvalu pun terkenal dengan sebutan “Ocean Restaurant”. Para turis yang datang ke sana pasti diperkenalkan dengan kebiasaan unik tersebut. Setelah mencoba, banyak yang bilang bahwa rasa ikan di Tuvalu memang lebih segar dari sashimi.
Kacamata Berbahan Unik
Kacamata berbahan plastik atau kaca sih, sudah biasa. Sekarang saatnya melirik berbagai kacamata berbahan unik ini.
Rambut
Desainer dari Studio Swine membuat kacamata dari rambut manusia. Rambut manusia dianggap sebagai salah satu bahan yang ramah lingkungan sehingga digunakan sebagai material utama dalam pembuatan kacamata ini. Untuk menjadikan rambut sebagai bahan yang kuat, rambut tersebut dipadatkan menggunakan bahan bioresin nabati sehingga mudah terurai dan nggak menghasilkan zat berbahaya.
Tanduk Kerbau
Seorang desainer asal Amerika Serika, Tom Ford, merancang sebuah kacamata unik berbahan dasar tanduk kerbau. Tanduk kerbau yang mudah dibentuk dan nggak mudah patah menjadi salah satu alasan dibuatnya kacamata menggunakan bahan ini. Selain tanduk kerbau, Tom Ford juga melengkapi desain kacamata tersebut dengan lapisan emas. Oleh karena itu setiap kacamata dijual dengan harga yang sangat tinggi. Yaitu sekitar US$ 2.950 atau mencapai Rp. 30 Juta.
Sumpit
Menggunakan kacamata serbaguna mungkin bisa dijadikan pilihan buat kita yang punya berbagai aktivitas. Selain bisa digunakan untuk membantu indra penglihatan, kacamata satu ini dapat digunakan untuk makan maupun menjepit rambut. Karena kacamata satu ini dilengkapi dengan sumpit. Yup! Kacamata yang dibuat oleh desainer Brad Gressel memiliki rongga pada setiap gagang kacamata sehingga kita dapat menyimpan sumpit di sana. Sumpit ini juga mudah dicuci sehingga bisa kita bersihkan terlebih dahulu jika berniat menggunakannya untuk makan.
Rambut
Desainer dari Studio Swine membuat kacamata dari rambut manusia. Rambut manusia dianggap sebagai salah satu bahan yang ramah lingkungan sehingga digunakan sebagai material utama dalam pembuatan kacamata ini. Untuk menjadikan rambut sebagai bahan yang kuat, rambut tersebut dipadatkan menggunakan bahan bioresin nabati sehingga mudah terurai dan nggak menghasilkan zat berbahaya.
Tanduk Kerbau
Seorang desainer asal Amerika Serika, Tom Ford, merancang sebuah kacamata unik berbahan dasar tanduk kerbau. Tanduk kerbau yang mudah dibentuk dan nggak mudah patah menjadi salah satu alasan dibuatnya kacamata menggunakan bahan ini. Selain tanduk kerbau, Tom Ford juga melengkapi desain kacamata tersebut dengan lapisan emas. Oleh karena itu setiap kacamata dijual dengan harga yang sangat tinggi. Yaitu sekitar US$ 2.950 atau mencapai Rp. 30 Juta.
Sumpit
Menggunakan kacamata serbaguna mungkin bisa dijadikan pilihan buat kita yang punya berbagai aktivitas. Selain bisa digunakan untuk membantu indra penglihatan, kacamata satu ini dapat digunakan untuk makan maupun menjepit rambut. Karena kacamata satu ini dilengkapi dengan sumpit. Yup! Kacamata yang dibuat oleh desainer Brad Gressel memiliki rongga pada setiap gagang kacamata sehingga kita dapat menyimpan sumpit di sana. Sumpit ini juga mudah dicuci sehingga bisa kita bersihkan terlebih dahulu jika berniat menggunakannya untuk makan.
Stop Piracy
Penyanyi cantik Raisa pernah menyampaikan keprihatinannya terhadap pembajakan dan download musik secara ilegal. Hal senada juga disuarakan oleh banyak musisi lain. Jika piracy dan pelanggaran terhadap hak cipta terus menerus dilakukan, maka industri kreatif, khususnya musik, makin terancam.
“Ngapain sih, kita jadi ribet? Toh, kan cuma satu orang. Artinya, aksi kita nggak akan ngaruh apa-apa.” Masih percaya dengan pemikiran kayak begini? Perubahan itu dimulai dari individu. Dan yang terbaik adalah memulainya dari diri sendiri. Inilah hal yang bisa kita lakukan. Nggak ribet, tapi besar artinya.
“Ngapain sih, kita jadi ribet? Toh, kan cuma satu orang. Artinya, aksi kita nggak akan ngaruh apa-apa.” Masih percaya dengan pemikiran kayak begini? Perubahan itu dimulai dari individu. Dan yang terbaik adalah memulainya dari diri sendiri. Inilah hal yang bisa kita lakukan. Nggak ribet, tapi besar artinya.
- Tidak membeli CD bajakan atau produk musik bajakan lainnya. Jika membeli, artinya kita support black market. Lagipula kualitasnya di bawah standar dan bisa terkena ancaman hukuman. Not worth it!
- Download/akses musik secara resmi. Sekarang sudah banyak dan mudah kok, jalur legal yang memungkinkan kita mengakses musik, seperti iTunes. Harganya juga cukup terjangkau. Bahkan, ada juga yang membolehkan kita mengaksesnya secara gratis. Yang jelas, pastikan bahwa itu nggak ilegal.
- Suarakan Anti-Piracy, khususnya di bidang musik. Caranya banyak! Mulai dari posting di akun social media kita, mendukung gerakan anti-piracy, hingga bikin acara bertema anti pembajakan. Siap mencoba?
Laba-Laba Mini di China
Rasanya hampir setiap tahun para ahli biologis menemukan spesies hewan baru. Salah satunya adalah spesies laba-laba mungil yang ditemukan di China Barat Daya. Nggak cuma satu, tapi dua jenis ditemukan di daerah tersebut. Cari tahu yuk, apa istimewanya jenis serangga ini?
Laba-laba pertama diberi nama Troglonet yuensis. Memiliki ukuran 1,01 milimeter dan bagian bawah tubuh sangat besar. Spesies kedua punya ukuran yang lebih kecil, yakni 0,75 milimeter. Jenis ini diberi nama Mysmena wawuensis. Hewan ini dinobatkan sebagai laba-laba paling kecil untuk saat ini. Menurut para peneliti dari Institute of Zoology of the Chinese Academy of Sciences, spesies ini termasuk hewan yang jarang dipelajari dan diteliti.
Karena ukurannya, binatang mungil ini sulit terlihat sehingga gaya hidupnya belum diketahui. Troglonet yuensis dan Mysmena wawuensis juga sering bersembunyi dari keramaian. Menurut hasil penelitian sementara, laba-laba jenis ini hidup di sampah daun yang lembap dan lumpur. Spesies ini juga ditemukan di gua tempat yang terlindung dari cahaya matahari.
Kedua spesies ini banyak ditemukan di dekat habitat panda raksasa, yakni daerah Sinchuan dan Chongging, China. Laba-laba ini dianggap sebagai hewan asli daerah tersebut
Laba-laba pertama diberi nama Troglonet yuensis. Memiliki ukuran 1,01 milimeter dan bagian bawah tubuh sangat besar. Spesies kedua punya ukuran yang lebih kecil, yakni 0,75 milimeter. Jenis ini diberi nama Mysmena wawuensis. Hewan ini dinobatkan sebagai laba-laba paling kecil untuk saat ini. Menurut para peneliti dari Institute of Zoology of the Chinese Academy of Sciences, spesies ini termasuk hewan yang jarang dipelajari dan diteliti.
Karena ukurannya, binatang mungil ini sulit terlihat sehingga gaya hidupnya belum diketahui. Troglonet yuensis dan Mysmena wawuensis juga sering bersembunyi dari keramaian. Menurut hasil penelitian sementara, laba-laba jenis ini hidup di sampah daun yang lembap dan lumpur. Spesies ini juga ditemukan di gua tempat yang terlindung dari cahaya matahari.
Kedua spesies ini banyak ditemukan di dekat habitat panda raksasa, yakni daerah Sinchuan dan Chongging, China. Laba-laba ini dianggap sebagai hewan asli daerah tersebut
Adopsi Terumbu Karang, Yuk!
Sebagai salah satu negeri yang punya koleksi terumbu karang terbesar di dunia, sudah saatnya kita melakukan aksi nyata untuk melindunginya. Saat ini jarak bukan lagi halangan buat memberikan bantuan. Tanpa mendatangi lokasinya, kita bisa tetap membantu menjaga keindahan alam satu ini, kok. Caranya dengan melakukan adopsi terumbu karang.
Adopsi terumbu karang merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh organisasi WWF (World Wide Fund) untuk menjaga kelestarian koral di kawasan Coral Triangle. Kawasan ini mencakup wilayah perairan di enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Timor Leste.
Cara adopsi ini cukup unik, lho! Karena kita bisa memilih sendiri spot terumbu karang yang diinginkan. Caranya, kita masuk ke halaman www.mycoraltriangle.com dan klik spot perairan yang ada di peta. Setelah itu, kita akan diminta buat mendaftar (sign in) dan melakukan pembayaran atas adopsi terumbu karang yang dilakukan. Cukup membayar senilai US$ 5, kita bisa ikut melestarikan terumbu karang dan ekosistemnya di bumi.
Pembayaran sendiri bisa dilakukan melalui kartu kredit ataupun kartu debit di negara masing-masing. Uang hasil donasi akan digunakan untuk memperbaiki dan merawat wilayah terumbu karang yang membutuhkan bantuan.
Adopsi terumbu karang merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh organisasi WWF (World Wide Fund) untuk menjaga kelestarian koral di kawasan Coral Triangle. Kawasan ini mencakup wilayah perairan di enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Timor Leste.
Cara adopsi ini cukup unik, lho! Karena kita bisa memilih sendiri spot terumbu karang yang diinginkan. Caranya, kita masuk ke halaman www.mycoraltriangle.com dan klik spot perairan yang ada di peta. Setelah itu, kita akan diminta buat mendaftar (sign in) dan melakukan pembayaran atas adopsi terumbu karang yang dilakukan. Cukup membayar senilai US$ 5, kita bisa ikut melestarikan terumbu karang dan ekosistemnya di bumi.
Pembayaran sendiri bisa dilakukan melalui kartu kredit ataupun kartu debit di negara masing-masing. Uang hasil donasi akan digunakan untuk memperbaiki dan merawat wilayah terumbu karang yang membutuhkan bantuan.
Ikan Penghuni Jurang
Di dunia ini ada berbagai macam bentuk ikan yang bisa kita temui. Tapi, ikan yang satu ini punya wajah aneh, konon siapa yang melihatnya bisa mendapatkan mimpi buruk. Wah, seram juga, ya.
Ikan Penghuni Jurang Di dunia ini ada berbagai macam bentuk ikan yang bisa kita temui. Tapi, ikan yang satu ini punya wajah aneh, konon siapa yang melihatnya bisa mendapatkan mimpi buruk. Wah, seram juga, ya. Ikan sternoptychidae atau yang lebih dikenal dengan nama hatchetfish, biasanya ditemukan di perairan tropis dan subtropis. Mereka juga ditemukan berkeliaran disekitar jurang-jurang. Kebanyakan mereka menghabiskan waktunya di tempat gelap, sehingga sulit bagi kita untuk menemukan mereka di tempat yang memiliki banyak cahaya. Tubuh ikan ini sangatlah kecil, bahkan sampai sekarang ikan hatchetfish terbesar yang ditemukan ukurannya hanya mencapai 12 cm saja. Nah, ikan ini memiliki organ yang bisa memunculkan cahaya pada sisi tubuhnya, yang memudahkannya menangkap mangsa berupa makhluk yang lebih kecil yang berada di jurang, seperti makhluk sejenis crustaceae yang bernama copepoda. Ikan ini nggak membahayakan, kok. Hanya saja wajahnya yang menyeramkan dan kulitnya yang gelap bikin kita takut saat pertama kali melihatnya.
Ikan Penghuni Jurang Di dunia ini ada berbagai macam bentuk ikan yang bisa kita temui. Tapi, ikan yang satu ini punya wajah aneh, konon siapa yang melihatnya bisa mendapatkan mimpi buruk. Wah, seram juga, ya. Ikan sternoptychidae atau yang lebih dikenal dengan nama hatchetfish, biasanya ditemukan di perairan tropis dan subtropis. Mereka juga ditemukan berkeliaran disekitar jurang-jurang. Kebanyakan mereka menghabiskan waktunya di tempat gelap, sehingga sulit bagi kita untuk menemukan mereka di tempat yang memiliki banyak cahaya. Tubuh ikan ini sangatlah kecil, bahkan sampai sekarang ikan hatchetfish terbesar yang ditemukan ukurannya hanya mencapai 12 cm saja. Nah, ikan ini memiliki organ yang bisa memunculkan cahaya pada sisi tubuhnya, yang memudahkannya menangkap mangsa berupa makhluk yang lebih kecil yang berada di jurang, seperti makhluk sejenis crustaceae yang bernama copepoda. Ikan ini nggak membahayakan, kok. Hanya saja wajahnya yang menyeramkan dan kulitnya yang gelap bikin kita takut saat pertama kali melihatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)